Thursday, February 6, 2014

Tentang Imunisasi IPD (Pneumokokus)

Moms pasti pernah dengar soal imunisasi IPD atau pnemokokus, tapi apa moms benar-benar tahu soal imunisasinya? Yuuk kenal lebih jauh soal imunisasi ini.

Apa itu IPD?

IPD adalah sekelompok penyakit yang terdiri dari Radang Paru (pneumonia), Radang Selaput Otak (meningitis), Infeksi Darah (Bakteremia), Sepsis (kelanjutan infeksi darah yang menyebabkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh). Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan cacat dan kematian

Penyebab IPD

IPD disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus) yang menyebabkan kematian utama satu juta bayu dan balita setiap tahunnya di seluruh dunia. IPD terbanyak menyerang bayi dan anak-anak dibawah usia 2 tahun.

Gejala-gejala IPD

  • Radang paru (pneumonia) – demam tinggi, nyeri dada saat bernafas, batuk berdahak, denyut nadi cepat, lemah, lemas dan sesak nafas. Kadang disertai mual, muntah dan nyeri kepala. Pada bayi biasanya ditandai dengan rewel dan kurang nafsu makan.
  • Radang Selaput Otak (meningitis) - demam tinggi, kejang gelisah, lesu, muntah, nyeri kepala, gangguan kesadaran hingga koma.
  • Infeksi Darah – gejalanya akan lebih berat karena komplikasi dari pneumonia dan dapat mengakibatkan meningitis.
  • Sepsis - dapat mengakibatkan syok septik, kegagalan fungsi organ tubuh dan kematian

Siapa saja yang bisa terserang?

IPD sebenarnya dapat menyerang siapa saja dan dimana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada didalam rongga hidung dan tenggorokan. Dapat menjadi ganas pada kelompok umur yang rentan yaitu bayi dan anak-anak dibawah 2 tahun.

Bagaimana melindungi bayi dari IPD?

Cara melindungi bayi dari IPD adalah dengan memberikan vaksin pneumokokus.
Jadwal pemberian vaksin IPD dapat diberikan mulai bayi usia 2 bulan:
  • Usia dibawah 6 bulan —> diberikan 4 dosis, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan booster pada usia 12-15 bulan
  • Usia 7 – 11 bulan —> diberikan 3 dosis, yaitu 2 dosis pertama dengan interval 4 minggu, dosis ketiga diberikan setelah usia 12 bulan
  • Usia 12 – 23 bulan —> cukup diberikan 2 dosis dengan interval 2 bulan
  • Usia 2 tahun keatas —> cukup diberikan 1 dosis saja
antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi lengkap dapat bertahan jangka panjang karena vaksin ini dapat merangsang pembentukan sel memori didalam tubuh bayi.

Dimanakah vaksin ini bisa didapatkan?

Vaksin pneumokokus tersedia hampir di semua dokter spesialis anak di kota moms atau tersedia di rumah sakit besar yang terdekat.. ^_^

Harga ?
Harga vaksin ini sekitar kurang lebih 550rb.. belum termasuk biaya dokter


Gladys saat Imunisasi IPD - 7mo

Wednesday, January 15, 2014

Teknik, Cara, Posisi Menyusui Yang Benar

Cara Benar Menyusui

1. Tetekkan bayi segera atau selambatnya setengah janin setelah bayi lahir. Mintalah kepada bidan
untuk membantu melakukan hal ini.
2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menetekkan.
3. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah putting dan sekitarnya.
4. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai.
5. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi:
- Perut bayi menempel keperut ibu.
- Dagu bayi menempel ke payudara.
- Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus.
- Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu.
6. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada bibir atau pipi bayi.
7. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar lingkaran/daerah
gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi.

8. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya.
Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi.
 
 
Cara Menyusui / Posisi Yang Benar


Posisi Benar Mulut Bayi Saat Menyusu
Hal penting dan harus jadi perhatian pada saat menyusui bayi adalah posisi mulut bayi saat menempel di payudara –dikenal dengan istilah latch on. Payudara lecet adalah tanda bahwa mulut bayi tidak menempel dengan benar di payudara.
  • Sangga payudara dengan tangan, posisi ibu jari atas dan jari-jari yang lain di bawah dengan jarak cukup jauh sehingga mulut bayi bisa menempel pada puting dan areola untuk latch on.
  • Dekatkan payudara ke bibir bawah bayi secara perlahan, terus menurun ke dagunya untuk memancing bayi membuka mulutnya. Ketika bayi sudah membuka mulutnya, segera dekatkan bayi pada Anda –bukan menyodorkan payudara ke mulut bayi. 
  • Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan lidah terletak di bawah ketika menempel. Sebagian besar daerah areola harus masuk ke mulut bayi, terutama areola di bagian bawah.
  • Perhatikan posisi dagu bayi. Dagu adalah bagian pertama yang melekat di payudara, jadi pastikan dagu bayi menekan payudara selama dia menyusu tapi hidungnya tidak menempel.
Di awal menyusui Anda akan merasakan rasa sakit dan nyeri mirip dicubit,  karena puting dan areola dihisap mulut bayi. Tapi setelah itu tidak ada rasa sakit hanya rasa seperti tertarik karena bayi sudah menghisap ASI. Bila terasa sakit, hentikan dan perbaiki posisi latch on bayi. Bila bayi tidak menempel dengan benar, Anda akan merasa sakit selama menyusui dan bayi biasanya tertidur saat menyusu atau tampak tidak puas setelah menyusu.

Cara Melepaskan Puting Susu dari Mulut Bayi
Dengan menekan dagu bayi ke arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara mulut bayi dan payudara ibu.

Monday, December 23, 2013

LULUS S1 ASIX, Horee ♥♥♥

Alhamdulillah horee..

Yeayyy!!! My Gladys udah lulus S1 ASIX hari ini. Sebagai pengesahan dan appreciated atas kesuksesan Gladys, saya dan si papa asi alias suami tercinta a.k.a papa Ferry, kita memberikan sertifikat buat Gladys yang telah lulus S1 ASIX dengan predikat SUMMA CUM LAUDE. 
Ijasah S1 ASIX Gladys

Bangan dengan putri kecil mama yg terus tumbuh berkembang dengan aktif.. Itu semua berkat orang-orang yang berada disekeliling kami..
Buat bunda-bunda  yang mau kasih ijasah seperti di atas bisa kok download di http://aimi-asi.org/about/sertifikat-asi/
 
-with Love-
Mama&Papa

Thursday, October 10, 2013

WOW.!! 100 Jenis Zat Gizi dalam ASI

Penelitian medis menunjukkan air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi. Lebih dari 100 jenis zat gizi, terdapat dalam ASI antara lain AA, DHA, Taurin dan Spingomyelin yang sangat baik bagi pertumbuhan otak anak. Sebagai ibu, tentunya Anda ingin memberikan yang terbaik untuk si kecil, untuk itu berikanlah bayi Anda ASI ekslusif selama enam bulan.
Bayi tidak perlu diberikan makanan apapun sebelum berusia enam bulan, karena kandungan dalam ASI sudah memenuhi kebutuhan gizi si kecil. “Saat ini di Indonesia masih ada kebiasaan untuk memberikan makanan tambahan pada usia 5 minggu.
Hal itu nantinya bisa berefek pada masalah pencernaan si anak saat ia beranjak dewasa, karena lambungnya dipaksa mengolah makanan yang belum seharusnya diterima,” kata dr. Abidinsyah Siregar M. Kes. Kepala Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI, saat ditemui dalam diskusi Kemitraan untuk Membangun Generasi Anak Indonesia yang Lebih sehat di Crowne Plaza, Jakarta 17 Juni 2009.
Untuk merangsang agar produksi ASI, usahakanlah untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) setelah Anda melahirkan baik normal maupun operasi caesar. Hal itu akan melatih naluri bayi untuk mencari dan menghisap puting susu ibu, dan akan merangsang produksi ASI. ASI diproduksi sesuai hukum permintaan, jadi semakin sering bayi menghisap payudara ibu maka makin banyak ASI yang diproduksi.
Selain itu, ibu harus mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi seperti ikan, sayuran, buah-buahan, dan susu, agar ASI yang dihasilkan berkualitas dan memenuhi gizi bayi. Aspek psikologis juga sangat mempengaruhi produksi ASI. Jika ibu stres atau kelelahan, bisa menurunkan produksi ASI.Untuk itu, dukungan lingkungan sangat diperlukan dalam pemberian ASI eksklusif.
Dalam memilih rumah sakit atau klinik Anda juga harus lebih selektif. Banyak rumah sakit atau klinik yang tidak mendukung ibu memberikan ASI eksklusif, bahkan ada beberpa rumah sakit yang memberikan susu formula pada bayi yang baru lahir tanpa persetujuan orangtuanya. Alasan rumah sakit biasanya karena ASI belum keluar, padahal bayi yang baru lahir mampu bertahan selama tiga hari tanpa susu.
Untuk itu, sebelum Anda melahirkan tekankan pada dokter dan perawat kalau Anda akan memberikan ASI ekslusif dan katakan juga pada mereka jangan memberikan susu formula tanpa persetujuan Anda. Jika bayi menangis dan ASI belum juga keluar Anda tidak perlu panik. Sodorkan saja puting Anda, dan biarkan bayi menghisapnya. Bayi akan merasa lebih tenang dan payudara Anda juga dirangsang untuk memproduksi ASI.
ASI akan keluar setelah dua sampai tiga hari setelah melahirkan. Jika setelah dua sampai tiga hari ASI belum juga keluar, konsultasikan dengan dokter Anda. Memberikan ASI eksklusif memang dibutuhkan usaha yang lebih.
Untuk itu, jangan mudah menyerah dan mintalah dukungan orang-orang di sekeliling Anda. Ingatlah kalau memberikan ASI tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik anak tetapi juga intelektual, mendekatkan hubungan ibu dan anak dan juga kesehatan ibu. Selamat menyusui! • HAPPY Breastfeeding Moms ♥ ♥