Monday, March 3, 2014

Swimming with Daddy :)

Hari minggu kemrin, Gladys jalan-jalan ke Atlantis Ancol..
Ceritanya beli kupon di Living social 60rb, alhasil aku memboyong keluarga liburan di atlantis..

Lumayan harga diskon,, klo harga asli weekend 110rb..
Jam 7 pagi kita udah sampe di TKP.. langsung saja mobil parkir di samping area kolam renang.. Setelah menukar kupon menjadi tiket, langsung lah kita bergegas masuk, Ternyata WOW masih SEPI BINGIIT,, asik asikk bisa pilih2 tenda sesuka hati..
Awalnya mau sewa gubuk, ternyata harga sewa 350rb/sehari.. lumayan mahal.. Yowess akhirnya kita cari tempat yang nyaman,, yaitu di kolam renang yang biasa dipake buat latihan/lomba..
Papa, eyang, Om Andra n Aunt Via langsung pada nyempung.. sedangkan Gladys masih lanjut bobo (emang waktunya bobo setelah sarapan).
Gak lama sekitar jam 9-an, anak mama yang cantik bangun,, langsung aja deh sama si papa di telanjangin dan disuruh nyemplung.. Pertama-tama takut (pdhl udh suka berenang di kolam baby spa), mungkin karena airnya dingin kali yaa.. ehh lama-lama kayanya enjoy tuh sama ban renangnya..
Gladys n Daddy
 Nih anak lama-lama gladys malah maunya berenang sendiri, gak mau dipegangin, hihihiii.. Anak Pintar :)

Mantap anak mama n papa,,, berani berenang di kolam besar, hihiiii..
Besok-besok kita berenang di Swimming Pool Al-Azhar, oke Ndiss..

-Love-
Mom 'n Dad

Thursday, February 6, 2014

Tentang Imunisasi IPD (Pneumokokus)

Moms pasti pernah dengar soal imunisasi IPD atau pnemokokus, tapi apa moms benar-benar tahu soal imunisasinya? Yuuk kenal lebih jauh soal imunisasi ini.

Apa itu IPD?

IPD adalah sekelompok penyakit yang terdiri dari Radang Paru (pneumonia), Radang Selaput Otak (meningitis), Infeksi Darah (Bakteremia), Sepsis (kelanjutan infeksi darah yang menyebabkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh). Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan cacat dan kematian

Penyebab IPD

IPD disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus) yang menyebabkan kematian utama satu juta bayu dan balita setiap tahunnya di seluruh dunia. IPD terbanyak menyerang bayi dan anak-anak dibawah usia 2 tahun.

Gejala-gejala IPD

  • Radang paru (pneumonia) – demam tinggi, nyeri dada saat bernafas, batuk berdahak, denyut nadi cepat, lemah, lemas dan sesak nafas. Kadang disertai mual, muntah dan nyeri kepala. Pada bayi biasanya ditandai dengan rewel dan kurang nafsu makan.
  • Radang Selaput Otak (meningitis) - demam tinggi, kejang gelisah, lesu, muntah, nyeri kepala, gangguan kesadaran hingga koma.
  • Infeksi Darah – gejalanya akan lebih berat karena komplikasi dari pneumonia dan dapat mengakibatkan meningitis.
  • Sepsis - dapat mengakibatkan syok septik, kegagalan fungsi organ tubuh dan kematian

Siapa saja yang bisa terserang?

IPD sebenarnya dapat menyerang siapa saja dan dimana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada didalam rongga hidung dan tenggorokan. Dapat menjadi ganas pada kelompok umur yang rentan yaitu bayi dan anak-anak dibawah 2 tahun.

Bagaimana melindungi bayi dari IPD?

Cara melindungi bayi dari IPD adalah dengan memberikan vaksin pneumokokus.
Jadwal pemberian vaksin IPD dapat diberikan mulai bayi usia 2 bulan:
  • Usia dibawah 6 bulan —> diberikan 4 dosis, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan booster pada usia 12-15 bulan
  • Usia 7 – 11 bulan —> diberikan 3 dosis, yaitu 2 dosis pertama dengan interval 4 minggu, dosis ketiga diberikan setelah usia 12 bulan
  • Usia 12 – 23 bulan —> cukup diberikan 2 dosis dengan interval 2 bulan
  • Usia 2 tahun keatas —> cukup diberikan 1 dosis saja
antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi lengkap dapat bertahan jangka panjang karena vaksin ini dapat merangsang pembentukan sel memori didalam tubuh bayi.

Dimanakah vaksin ini bisa didapatkan?

Vaksin pneumokokus tersedia hampir di semua dokter spesialis anak di kota moms atau tersedia di rumah sakit besar yang terdekat.. ^_^

Harga ?
Harga vaksin ini sekitar kurang lebih 550rb.. belum termasuk biaya dokter


Gladys saat Imunisasi IPD - 7mo

Wednesday, January 15, 2014

Teknik, Cara, Posisi Menyusui Yang Benar

Cara Benar Menyusui

1. Tetekkan bayi segera atau selambatnya setengah janin setelah bayi lahir. Mintalah kepada bidan
untuk membantu melakukan hal ini.
2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menetekkan.
3. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah putting dan sekitarnya.
4. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai.
5. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi:
- Perut bayi menempel keperut ibu.
- Dagu bayi menempel ke payudara.
- Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus.
- Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu.
6. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada bibir atau pipi bayi.
7. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar lingkaran/daerah
gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi.

8. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya.
Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi.
 
 
Cara Menyusui / Posisi Yang Benar


Posisi Benar Mulut Bayi Saat Menyusu
Hal penting dan harus jadi perhatian pada saat menyusui bayi adalah posisi mulut bayi saat menempel di payudara –dikenal dengan istilah latch on. Payudara lecet adalah tanda bahwa mulut bayi tidak menempel dengan benar di payudara.
  • Sangga payudara dengan tangan, posisi ibu jari atas dan jari-jari yang lain di bawah dengan jarak cukup jauh sehingga mulut bayi bisa menempel pada puting dan areola untuk latch on.
  • Dekatkan payudara ke bibir bawah bayi secara perlahan, terus menurun ke dagunya untuk memancing bayi membuka mulutnya. Ketika bayi sudah membuka mulutnya, segera dekatkan bayi pada Anda –bukan menyodorkan payudara ke mulut bayi. 
  • Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan lidah terletak di bawah ketika menempel. Sebagian besar daerah areola harus masuk ke mulut bayi, terutama areola di bagian bawah.
  • Perhatikan posisi dagu bayi. Dagu adalah bagian pertama yang melekat di payudara, jadi pastikan dagu bayi menekan payudara selama dia menyusu tapi hidungnya tidak menempel.
Di awal menyusui Anda akan merasakan rasa sakit dan nyeri mirip dicubit,  karena puting dan areola dihisap mulut bayi. Tapi setelah itu tidak ada rasa sakit hanya rasa seperti tertarik karena bayi sudah menghisap ASI. Bila terasa sakit, hentikan dan perbaiki posisi latch on bayi. Bila bayi tidak menempel dengan benar, Anda akan merasa sakit selama menyusui dan bayi biasanya tertidur saat menyusu atau tampak tidak puas setelah menyusu.

Cara Melepaskan Puting Susu dari Mulut Bayi
Dengan menekan dagu bayi ke arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara mulut bayi dan payudara ibu.

Monday, December 23, 2013

LULUS S1 ASIX, Horee ♥♥♥

Alhamdulillah horee..

Yeayyy!!! My Gladys udah lulus S1 ASIX hari ini. Sebagai pengesahan dan appreciated atas kesuksesan Gladys, saya dan si papa asi alias suami tercinta a.k.a papa Ferry, kita memberikan sertifikat buat Gladys yang telah lulus S1 ASIX dengan predikat SUMMA CUM LAUDE. 
Ijasah S1 ASIX Gladys

Bangan dengan putri kecil mama yg terus tumbuh berkembang dengan aktif.. Itu semua berkat orang-orang yang berada disekeliling kami..
Buat bunda-bunda  yang mau kasih ijasah seperti di atas bisa kok download di http://aimi-asi.org/about/sertifikat-asi/
 
-with Love-
Mama&Papa